NANANINI… kepada cinta

Kota Asal Pengiriman : Kabupaten Sleman

Rp39.000,00

Cinta tak akan membawanya kembali. Aku tidak ingin meraba setiap kemungkinan yang ditautkan waktu di masa depan. Jalan kami berbeda. Rel yang membawa kereta kami membentang ke arah berlawanan, sebuah stasiun tua dengan bau kolonial tidak mungkin mengantarai kami. Mungkin kami hanya akan saling pandang dalam setiap persimpangan. Mungkin hanya itu, tidak lebih dan kurang. Kemudian segalanya akan hilang begitu saja digerus waktu.

Deskripsi

Cinta tak akan membawanya kembali. Aku tidak ingin meraba setiap kemungkinan yang ditautkan waktu di masa depan. Jalan kami berbeda. Rel yang membawa kereta kami membentang ke arah berlawanan, sebuah stasiun tua dengan bau kolonial tidak mungkin mengantarai kami. Mungkin kami hanya akan saling pandang dalam setiap persimpangan. Mungkin hanya itu, tidak lebih dan kurang. Kemudian segalanya akan hilang begitu saja digerus waktu.

Cinta itu membebaskan. Serupa burung, cinta memberikan keluasan langit dan laut untuk dijelajahi. Cinta menubuatkan kemerdekaan yang kekal. Cinta tidak menciptakan penjara jiwa. Cinta tidak memberikan batasan-batasan yang membelenggu. Cinta tidak meleburkan dua jiwa menjadi satu, tapi membentuk dua jiwa menjadi pribadi-pribadi yang matang dan kuat untuk saling memberi dan melengkapi. Cinta memberi kekuatan besar untuk melewati setiap badai yang menghampiri

Aku melepaskan belenggu harapan, melepas mimpi, membiarkan diriku terapung di awan. Nyaman sekali. Sebuah rasa ringan dimana aku tidak memiliki keinginan untuk memiliki dan menguasai. Aliran darahku mengalir deras tanpa hambatan. Pori-pori tubuhku mengembang sempurna. Rileks dan enak. Tapi bukan rasa hampa, bukan rasa kosong atau suwung yang menyelimutiku. Aku merasa penuh tapi kosong Kosong tapi penuh. Aku tidak merasa kehilangan sebab aku tidak menguasai. Aku juga tidak merasa kurang sebab aku tidak memiliki. Aku merasa utuh sebagai jiwa. Aku merasa utuh dan penuh. Aku kembali menemukan kegembiraan hidup.

Novel sederhana ini berkisah tentang pergulatan manusia menemukan diri. Pergulatan yang pada akhirnya menerbitkan kesadaran akan ego diri. Setiap orang memiliki kemarahan dalam diri. Hanya seringkali kali kita tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah kemarahan. Ke-aku-an kita menolak mengakui bahwa kita menjalani hidup dengan kemarahan. Sebab dibutuhkan kebesaran hati dan jiwa, dibutuhkan kerelaan mengakui kekurangan diri dan itu bukan hal yang mudah.

Perjalanan panjang untuk mengakui ego dan keangkuhan diri menjadi narasi yang mengisi hampir seluruh novel ini yang bisa jadi mewakili banyak orang yang mengalami kegelisahan yang sama. Apakah si tokoh berhasil  menghadapi perang besar dalam dirinya? Menarik membaca novel ini untuk mencari jawab dalam menghadapi kegelisahan yang sama, kegelsiahaan yang hampir semua manusia menghadapinya.

Selamat menjelajahi kegelisahan diri. Semoga kisah-kisah ini menginspirasi kita semua.

Spesifikasi

Penulis

Penerbit

Genre

,

Tebal

179 halaman

Share your thoughts!

Diskusikan buku ini...

What others are saying

There are no contributions yet.

×

Login

Register

A password will be sent to your email address.

Your personal data will be used to support your experience throughout this website, to manage access to your account, and for other purposes described in our privacy policy.

Continue as a Guest

Don't have an account? Sign Up

Kamu mungkin juga menyukai...

  • Buku

    NANANINI… kepada cinta

    Cinta tak akan membawanya kembali. Aku tidak ingin meraba setiap kemungkinan yang ditautkan waktu di masa depan. Jalan kami berbeda. Rel yang membawa kereta kami membentang ke arah berlawanan, sebuah stasiun tua dengan bau kolonial tidak mungkin mengantarai kami. Mungkin kami hanya akan saling pandang dalam setiap persimpangan. Mungkin hanya itu, tidak lebih dan kurang. Kemudian segalanya akan hilang begitu …