Peta yang Retak

Kota Asal Pengiriman : Kabupaten Sleman

Rp67.500,00

Saat ini ada ribuan buruh migran ilegal (pendatang haram – bahasa Malaysia) di negeri Jiran. Ada banyak kisah nestapa dalam upaya mencapai harapan hidup lebih baik, termasuk di dalamnya keterlibatan mafia perdagangan manusia (trafficking) yang membuat mereka semakin nestapa. Sejenis perbudakan baru di abad ini.

Stok tersedia: 100

Deskripsi

Harapan adalah kekuatan untuk bertahan. Kita melintasi rasa sakit, luka, air mata, sedih, dan menyeberangi samudra raya demi harapan. Entah dia terletak di dermaga sebelah, di atas puncak tertinggi atau di laut terdalam tidak penting. Harapan merupakan daya hidup luar biasa yang menguarkan semangat, menguatkan spirit untuk bertahan dalam badai sesulit apa pun. Bahkan dia bisa menafikan cinta sekalipun.

Kisah serupa juga dengan mudah bisa kita jumpai di Indonesia. Para buruh migran yang kesulitan mencari pekerjaan dengan upah yang layak menyemut di loket pemberangkatan menuju  Arab, Taiwan, Hongkong, dan tetangga serumpun terdekat: Singapura dan Malaysia. Mereka menjadi buruh migran. Malaysia menjadi tujuan paling gampang dicapai oleh buruh migran Indonesia. Bagi buruh migran yang layak bisa berangkat secara legal mungkin tidak banyak masalah. Tapi bagimana dengan yang tak layak berangkat secara legal? Harapan tidak pernah mati. Para buruh migran ilegal tetap menyemut melewati puluhan jalan tikus untuk mencapai Kuala Lumpur (Malaysia Barat) atau Serawak (Malaysia Timur) untuk mengeruk ringgit sebanyaknya-banyaknya. Tidak peduli resiko yang besar. Saat ini ada ribuan buruh migran ilegal (pendatang haram – bahasa Malaysia) di negeri Jiran. Ada banyak kisah nestapa dalam upaya mencapai harapan hidup lebih baik, termasuk di dalamnya keterlibatan mafia perdagangan manusia (trafficking) yang membuat mereka semakin nestapa. Sejenis perbudakan baru di abad ini.

Kisah dalam novel ini merupakan hasil proses panjang penelitian dan wawancara dengan mantan dan calon buruh migran ilegal di Malaysia selama 3 tahun. Sebuah proses yang penuh tantangan untuk disajikan dalam bentuk novel. Tentu hasilnya masih jauh dari sempurna, tapi sebagai sebuah kesaksian, novel tentang lika-liku buruh migran ilegal mengejar harapan kehidupan lebih baik di tanah asing layak dicermati.

Spesifikasi

Berat 0.450 kg
Ukuran 15 × 21 cm
Penulis

Penerbit

Genre

,

Tebal

274 halaman

Share your thoughts!

Diskusikan buku ini...

What others are saying

There are no contributions yet.

×

Login

Register

A password will be sent to your email address.

Your personal data will be used to support your experience throughout this website, to manage access to your account, and for other purposes described in our privacy policy.

Continue as a Guest

Don't have an account? Sign Up

Kamu mungkin juga menyukai...

  • E-book

    Peta yang Retak

    Saat ini ada ribuan buruh migran ilegal (pendatang haram – bahasa Malaysia) di negeri Jiran. Ada banyak kisah nestapa dalam upaya mencapai harapan hidup lebih baik, termasuk di dalamnya keterlibatan mafia perdagangan manusia (trafficking) yang membuat mereka semakin nestapa. Sejenis perbudakan baru di abad ini.