PANDUAN ASESMEN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR - Muhaimi Mughni Prayogo, dkk - TandabacaPanduan ini dikembangkan dari proses penelitian lapangan yang sesuai dengan standar kaidah-kaidah penelitian. Study kasus yang diambil dalam penelitian ini adalah Sekolah Dasar Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Siswa yang dipilih ialah siswa kelas IV. Kenapa kelas IV SD? Asumsi dasar bahwa pada level kelas IV siswa sudah mempelajari kemampuan membaca lanjutan atau kemampuan membaca pemahaman. Kegiatan awal penelitian dilakukan asesmen. Asesmen dilakukan bukan dalam rangka mencari kelemahan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, melainkan mencari siswa-siswa yang masih mengalami kesulitan dalam hal membaca pemahaman sesuai tingkat indikator yang harus mereka kuasai dalam kurikulum. Kegiatan asesmen ini juga tidak dimaksudkan untuk mengkritisi guru dalam mengembangkan metode belajar mengajar di kelas. Namun untuk melihat lebih jauh siswa yang mengalami hambatan belajar dan melihat kemungkinan-kemungkinan potensi yang dimiliki siswa yang nantinya akan digunakan sebagai pijakan untuk pengembangan belajar siswa kedepannya. Oleh karena itu kerja sama dengan pihak sekolah, terutama guru kelas, menjadi penting dalam proses asesmen ini. Jadi tidak ada proses menafikan antara satu dengan yang lain. Justru yang terjadi adalah kolaborasi tim peneliti dengan guru kelas.

Dalam lingkungan sekolah, kemampuan membaca pemahaman sangat penting dikuasai siswa. Kemampuan membaca tidak bisa dipandang dalam lingkup yang sempit, mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga mata pelajaran yang lain. Sebab tingkat pemahaman membaca akan mempengaruhi keberhasilan dalam proses pembelajaran siswa. Mau tidak mau, siswa harus membaca materi atau tugas yang disampaikan secara tertulis. Mengingat materi yang disampaikan guru tidak selalu secara lisan, namun juga tertulis. Lebih lagi, kemampuan memahami tidak sekedar untuk mengerti isi suatu bacaan, namun juga untuk mengerti instruksi soal di setiap mata pelajaran. Artinya, jika siswa memahami instruksi yang diberikan guru kelas, itu menjadi modal besar untuk bisa menjawab soal dengan benar. Dan sudah seharusnya kita semua menyadari mengenai pentingnya memahami sebuah bacaan agar kita bisa memahami isi atau pesan dari bacaan secara utuh, agar kita tidak salah memahami instruksi dan tidak salah dalam menjawab soal yang diberikan guru kelas.

Data Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang meneliti siswa kelas IV SD di Indonesia menunjukkan bahwa prestasi membaca siswa sangat rendah. Kemampuan membaca siswa Indonesia pada urutan ke-45 dari 49 negara yang diteliti. Skor Indonesia (405) berada di atas Qatar (353), Maroko (323), dan Afrika Selatan (302) – (www.ugm.com).  Dari data tersebut bisa dimaknai kebiasaan membaca siswa di Indonesia sangat rendah. Dengan kebiasaan membaca yang rendah, artinya pemahaman membaca siswa juga rendah. Alangkah memprihatinkan kondisi ini, mengingatkan kemampuan membaca merupakan kunci dalam memahami sebuah keilmuan, memahami soal dalam kerangka pendidikan anak sekolah dasar. Tidak hanya itu, keterampilan membaca dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengakses informasi dari lingkungan. Jadi, membaca merupakan suatu kemampuan yang wajib dan penting untuk dikuasai siswa.

Berdasarkan pentingnya kemampuan membaca pemahaman, besar harapan peneliti jika buku ini dapat dipahami secara menyeluruh. Pada akhirnya, pembaca diharapkan dapat melakukan asesmen membaca pemahaman bagi siswa sekolah dasar dengan teknik yang benar, bisa menganalisis kemampuan apa yang sudah dan belum dikuasai (kesulitan/ kelemahan) siswa, dan merumuskan kebutuhan belajar siswa sehingga siswa mendapatkan program pembelajaran yang tepat. Catatan penting dalam proses asesmen adalah bahwa setiap siswa unik dan punya kemampuan berbeda. Artinya asesmen tersebut melalui instrumen-instrumen yang sudah dibuat untuk mengunggkapkan tingkat kesulitan siswa yang satu dan yang lain akan berbeda. Perbedaan tersebut sangat mungkin membutuhkan penangganan berbeda. Hal ini penting untuk menjadi perhatian bagi pembaca atau peneliti yang ingin melakukan asesmen, agar potensi siswa dapat dikembangkan, bukan sebaliknya; diabaikan atau diberangus.

Panduan ini berisi langkah-langkah dan berbagai hal yang perlu dilakukan dalam melakukan proses asesmen. Dalam buku ini juga diberikan penjelasan tentang konsep asesmen dalam membaca pemahaman agar pembaca memperoleh informasi secara komprehensif dan bisa melakukan praktik asesmen secara langsung.

Harapan kami, panduan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen membaca pemahaman bagi siswa di kelas dan  di sekolah lainnya. Panduan ini juga dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan instrumen asesmen membaca pemahaman pada tingkat kelas lebih tinggi. Tahapan menyusun instrumen asesmen dan prosedur pelaksanaannya pun dapat diterapkan untuk melakukan asesmen pada aspek kemampuan lainnya. Baik itu kemampuan pada aspek akademik seperti menulis dan berhitung, maupun kemampuan pada aspek perkembangan seperti aspek kognitif, bahasa, motorik, emosi, dan sosial.

Hal-hal yang ada dalam panduan ini diharapkan dapat dikembangkan dan diadaptasi oleh pihak sekolah sesuai situasi dan kondisi yang ada di masing-masing sekolah. Terlebih dalam hal fasilitas dan prosedur pelaksanaan. Teknik asesmen, instrumen tes, dan prosedur pelaksanaan dapat dimodifikasi sesuai jenjang kelas yang akan diasesmen, kemampuan sekolah, sumber daya manusia, dan ketersediaan waktu untuk melaksanakan asesmen.

Selamat membaca, semoga bermanfaat!


Judul : Panduan Asesmen Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar

Penulis: Muhaimi Mughni Prayogo, dkk

Penerbit: tandabaca press

Dimensi: 19×24 cm l 126 hal I 190 gram I soft cover

Harga: